space iklan

The Way of Life

Rabu, 05 Desember 2012

KOMUNIKASI DATA

SEPUTAR KOMUNIKASI DATA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Teknologi Informasi (TI), =  bahasa Inggris =  Information technology (IT)  istilah yang menjelaskan tentang teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, dan informasi.
Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu kita harus mengerti pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian teknologi dan informasi :
Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya
Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya
Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :
1.    Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995) 
2.    Teknologi Informasi  adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996) 

3.    Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
4.    Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000) 
5.    Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Secara implisit dan eksplisit IT tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.

Sungguh merupakan suatu jalinan yang tidak akan terpisahkan antara teknologi informasi dengan komunikasi, karena hal tersebut merupakan dua sisi mata uang yang menyatu, teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam dunia komunikasi karena merupakan sarana penunjang utama dalam menyampaikan pesan, baik pesan secara tertulis maupun audio visual. Begitupun sebaliknya teknologi informasi sangat membutuhkan komunikasi sebagai wadah actualling juga merupakan sarana inovasi baru.
Untuk itu dalam makalah ini akan dikupas beberapa pengertian komunikasi yang merupakan acuan inovasi dalam teknologi informasi.
Jika dilihat dari berbagai pengertian, komunikasi memiliki banyak pengertian yang dikeluarkan oleh pakar-pakar komunikasi dunia, diantaranya :
1.    Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
2.    Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
3.    Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

4.    Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
5.    New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.
6.    Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.
7.    Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Definisi komunikasi : Menurut Forsdale (1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Analisis :
Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Dengan tujuan sang "receiver" (komunikan) dapat menerima sinyal-sinyal atau pesan yang dikirimkan oleh "source" (komunikator).
8.    William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti. 
Dengan begitu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari - hari.
 

B.    Tujuan Penyusunan Makalah
Makalah ini disusun dengan tujuan :
1.    Menambah pengetahuan dan pemahaman rekan-rekan mahasiswa tentang hakikat dan fungsi komunikasi data serta jaringan komputer.
2.    Menjelaskan, mendeskripsikan, dan memberikan contoh teknologi dan arsitektur untuk komunikasi data dan jaringan komputer yang digunakan saat ini dan perkembangannya di masa mendatang.
3.    Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada rekan-rekan mahasiswa tentang konsep dan aplikasi protokol pada komunikasi data dan jaringan computer dan lain-lain.

BAB II
PENBAHASAN
K O M U N I K A S I    D A T A

A.    Pengertian Komunikasi Data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.
Komponen Komunikasi Data :
    Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
    Penerima, adalah piranti yang menerima data
    Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
    Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data
    Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.


Gambar 1 - Komunikasi Data

B.    Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital
B.1 Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
•    Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
•    Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
•    Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.


Gambar 2 - Sinyal Analog
B.2 Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.


Gambar 3 - Sinyal Digital

C.    Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik.
Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).
C.1 Komponen Protokol
1.    Aturan atau prosedur
-    Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
-    Mengatur proses transfer data

2.    Format atau bentuk
-    representasi pesan
3. Kosakata (vocabulary)
-    Jenis pesan dan makna masing-masing pesan
C.2 Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut:
-    Fragmentasi dan reassembly

Gambar 4 – Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.

-    Encapsulation

Gambar 5 - Encapsulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
-    Connection control

Gambar 6 – Connection Control
Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.

-    Flow control

Gambar 7 – Flow Control

Berfungsi sebagai pengatur perjalanan data dari sisi pengirim ke sisi penerima.

-    Error control

Gambar 8 – Error Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.

-    Transmission service

Gambar 9 – Transmission Service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.

C.3 Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi. Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini menentukan layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat merencanakan sebuah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan interface  yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.

C.4  Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model.

Gambar 10 – Open System Interconnection (OSI)
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
1.    Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan:
-    File transfer dan metode akses
-    Pertukaran job dan manipulasi
-    Pertukaran pesan
2.    Presentation Layer: rutin standard mempresentasikan data.
-    Negosiasi sintaksis  untuk transfer
-    Transformasi representasi data
3.    Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)
-    Kontrol dialog dan sinkronisasi
-    Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi
4.    Transport Layer:
-    Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung
-    Manajemen koneksi
-    Kontrol kesalahan
-    Fragmentasi dan kontrol aliran
5.    Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.
-    Routing
-    Pengalamatan secara lojik
-    setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)
6.    Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
-    Penyusunan frame
-    Transparansi data
-    Kontrol kesalahan (error-detection)
-    Kontrol aliran (flow)
7.    Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.

D.    Router, Bridge dan Repeater
D.1 Router
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol  kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain.
Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.
Di bawah ini adalah sample picture dari Router jenis Cisco yang bergulir di pasaran.


Gambar 11 – Router (ex. Cisco Router)


Komponen utama dari router adalah sebagai berikut:
CPU : Central Processing Unit bertugas menjalankan perintah-perintah dalam operating system. Beberapa fungsi yang dilaukan oleh CPU seperti: inisialisasi sistem, routing, dan kontrol interface jaringan. CPU router merupakan sebuah microprocessor.

Gambar 12 – CPU Router
RAM : RAM digunakan untuk informasi table routing, cache fast switching, konfigurasi yang sedang jalan, dan mengatur antrian paket. Pada kebanyakan router RAM meyediakan space memory untuk menjalankan fungsi router. Secara logik RAM dibagi menjadi memory prosesor utama dan memory share input/output (I/O). Memory share I/O merupakan share diantara interface-interface router untuk penyimpanan paket sementara. Isi dari RAM akan hilang kalau router dimatikan atau di-restart. RAM biasanya bertipe dynamic random-access memory (DRAM) dan dapat di-upgrade dengan menambahkan suatu module memori yan disebut dengan dual in-line memory module (DIMM).

Flash : flash memori digunakan untuk menyimpan image dari IOS. Router normalnya membutuhkan IOS default dari flash. Image dapat di-upgrade dengan cara men-download image baru ke dalam flash. IOS bisa jadi ter-kompresi maupun tidak. Pada kebanyakan router untuk meng-copy IOS ditansfer ke RAM selama proses booting. Pada router yang lain IOS mungkin dapat dijalankan langsing dari flash. Flash terpasang secara single di slot SIMM atau berupa card PCMCIA yang dapat ditambahkan atau dilepas pada saat upgrade flash.

Gambar 13 – Router Board
NVRAM : NVRAM digunakan untuk menyimpan startup configuration.
Pada device yang sama EEPROM dapat digunakan sebagai fungsi NVRAM. Pada device yang lain dipakai untuk sebagai flash untuk melaukan booting. Isi dari NVRAM tidak akan hilang meskipung router dimatikan atau di-restart.
Bus : Sebagian besar router terdiri atas bus sistem dan bus CPU. bus sistem digunakan untuk komunikasi antar CPU dan interface atau slot tambahan. Bus ini mentransfer paket dari dan ke interface.
Bus CPU digunakan untuk akses komponen dari media penyimpan di router. Bus ini mentransfer perintah dan data ke atau dari alamat memory yang digunakan.
ROM : ROM digunakan secara permanen untuk menyimpan kode-kode startup diagnostic, yang dikenal dengan nama ROM monitor. Tugas utama ROM adalah untuk dignosa hardware selama router booting dan loading IOS dari flash ke RAM. Beberapa router, ROM juga bisa digunakan sebagai sumber booting alternatif. Dan dapat di-upgrade dengan cara melepas chip pada socketnya.
Interface : Interface dari router digunakan untuk menyambungkan koneksi ke luar. Ada 3 tipe interface: LAN, Wan dan console atau auxiliary (AUX). Interface LAN biasanya satu atau beberapa tipe ethernet atau token ring yang berbeda-beda. Tiap-tiap intreface memiliki chip controller yang berfungsi untuk menyambungkan sistem ke media. Interface LAN biasanya berupa fixed configuration atau modular.
Interface WAN misalnya serial, ISDN dan integrated CSU. Sama dengan interface LAN, ia juga mempunyai chip controller. Interface Wan bisa berupa fixed configuration atau modular.
Port Console atau AUX adalah prot serial yang digunakan untuk proses konfigurasi. Ia digunakan sebagai terminal dari komunikasi port pada komputer melalui modem.
Power Supply : power supply digunakan sebagai sumber daya untuk mengoperasikan komponen di dalam router. Beberapa router kemungkinan mempunyai lebih dari satu power supply.

Interface LAN menghubungkan router ke media LAN. WAN memungkinkan koneksi tersambung melalui layanan dari provider ke tempat yang jauh atau ke internet. Jenis koneksinya mungkin serial atau interface WAN lainnya. Dengan tipe interface WAN yang lain, suatu, device external seperti CSU dibutuhkan untuk menghubungkan router ke koneksi lokal service provider. Dengan tipe koneksi WAN yang lain, router juga mungkin bisa dihubungkan langsung ke service provider.

Gambar 14 – Koneksi Eksternal
Fungsi dari management port berbeda dengan koneksi yang lain. Management interface yang umum adalah console dan auxiliary port dengan menggunakan serial ports EIA-323 asynchronous yang digunakan untuk komunikasi dengan port pada komputer.
Pertama kali router digunakan, belum ada jaringan yang dikonfigurasi, karenanya router tidak bisa berkomunikasi dengan jaringan lain. Untuk menyiapkan router supaya bisa terhubung ke jaringan, maka diperlukan inisialisasi dan konfigurasi. Maka diperlukan kabel roll-over yang dihubungkan antara management port ke komputer melalui software terminal emulating seperti hyperterminal.

Setelah dilakukan konfigurasi, router sudah siap untuk komunikasi dengan jaringan.

Gambar 15 - Komputer atau Koneksi terminal console
Di bawah ini, langkah-langkah untuk menghubungkan PC ke router:
    Konfigurasi terminal emulation ke PC dengan parameter:
    COM port yang dipakai
    baud: 9600
    data bit: 8
    No parity
    Stop bit 1
    No flow control
    Hubungkan konektor RJ-45 kabel roll-over ke terminal console router
    Hubungkan ujung yang lain ke terminal DB-9
    Sambungkan terminal DB-9 female adapter ke PC
Dengan router dapat dimungkinkan untuk :
-    Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang berbeda.
-    Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain.
-    Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan mudag untuk dikelola.
-    Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja.
-    Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
-    Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.

Gambar 16 - Fungsi Router

D.2 Bridge (Data Link Layer) dan Switch

Gambar 17 – Network Bridge
Pengertian Mode Bridge dalam Jaringan (Data Link Layer) – Bridge adalah perangkat yang dirancang untuk menghubungkan dua LAN yang memiliki protokol identik pada lapisan fisik dan data-link. Karena protokol sama maka Bridge tidak memerlukan pengelolaan sinyal yang kompleks.

Gambar 18 - Bridge
Keuntungan Menggunakan Jaringan Mode Bridge adalah:
Keandalan, dengan membagi jaringan kedalam beberapa segmen yang dihubungkan dengan Bridge maka kegagalan dalam satu segmen tidak perlu menggagalkan operasi pada segmen lain. Apabila seluruh perangkat dipasang hanya dalam satu LAN maka suatu kegagalan dapat menyebabkan seluruh jaringan macet.
        Kinerja, apabila suatu jaringan memiliki banyak perangkat, maka biasanya kinerja menurun dengan semakin bertambahnya perangkat. Dengan membagi jaringan kedalam beberapa jaringan kecil yang dihubungkan dengan Bridge maka kinerja peralatan bisa lebih baik.
        Keamanan, jaringan yang terpisah bisa menerapkan sistem keamanan yang berbeda satu sama lain. Misalnya LAN untuk personalia dipisah dengan LAN untuk keuangan, dan tingakat pengamanan untuk LAN personalia dapat dibedakan dengan tingkat pengamanan untuk akses LAN keuangan.
        Geografis, apabila dua jaringan terpisah secara geografis maka sebaiknya keduanya tidak disatukan dengan kabel tetapi lebih baik terpisah dan dihubungkan dengan Bridge.
Bridge adalah jenis perangkat yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama (ataupun bertopologi berbeda) tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing jaringan tidak saling mempengaruhi jaringan yang lainnya.
Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan data.

Gambar 19 – Cara Kerja Bridge Secara Garis Besar

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama. Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.
Switch yang dimaksud di sini adalah LAN switch. Switch adalah perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu :
    cut-through
    store-and-forward.
Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya sebelum meneruskan ke segmen tujuan. Switch store-and-forward, kebalikannya, menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Waktu yang diperlukan untuk memeriksa satu paket memakan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tak mengganggu jaringan. Dengan teknologi terbaru, kecepatan switch store-and-forward ditingkatkan sehingga mendekati kecepatan switch cut-through. Di pasaran Anda juga bisa memilih switch hibrid yang menggabungkan arsitektur cut-through dan store-and-forward.
Dengan switch, Anda mendapatkan keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada “shared network.” Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling terhubung disebut “collapsed backbone.” Saat ini banyak orang memilih menggunakan jaringan Ethernet 10Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100Mbps pada koneksi ke server. Untuk keperluan ini digunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa (4-24) port 10Mbps untuk koneksi ke komputer klien dan 1 port 100Mbps ke komputer server.
Product sejenis ini adalah:
    3com superstack, corebuilder
    cisco catalyst
    dlink

Gambar 20 – Komponen Bridge

Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai berikut :
-    Keterbatasan jaringan, hal ini terkait erat dengan jumlah maksimum stasiun, panjang maksimum segmen, dan bentang jaringan
-    Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan
-    Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun
-    Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan langsung dua sistem tersebut.

D.3 Repeater

Gambar 21 – Repeater (ex. Matrox)

Alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini jarak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh.
Di dalam jaringan komputer, repeater berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

Gambar 22 – Repeater Schema
Fiber Optic Interrepeater Link
Metodologi pemberian sinyal serat optik berdasarkan spesifikasi serat optik IEEE 802.3 FOIRL merupakan pendahuluan dari spesifikasi 10BaseFL yang dirancang untuk menggantikannya. Didefinisikan sebagai IEEE 802.3 dan diimplementasikan pada lebih dari dua jalur serat optik, medium ini bisa mencapai jarak sampai 500 m dan 1 Km tergantung pada jumlah repeater pada jaringan.

Gambar 23 - Fiber Optic Inter Repeater
Multi-port Repeater

Gambar 24 – Multiport Repeater
Pemusatan perkabelan Ethernet yang memungkinkan banyak perangkat terhubung pada satu titik di Ethernet. Multiport Repeater yang dapat diatur pengguna memiliki banyak kemampuan untuk mengelola jaringan.
Network Hub Unit: Perangkat konsentrator dan repeater untuk jaringan StarLAN.
Unit: Unit Pusat pemrosesan. Biasanya disebut juga dengan otak dari komputer itu sendiri. CPU juga dikenal sebagai pemproses atau mikroprosesor.
Intel, AMD, Cyrix, Motorola dan IBM merupakan contoh perusahaan yang memproduksi CPU ini, dan Pentium III,IV dan Athlon merupakan contoh CPU yang popular saat ini. Salah satu fungsi CPU ialah memeriksa sistem BIOS dan melaksanakan suatu perintah yang akan dilaksanakan.
Unit pemroses sentral pada sebuah komputer. Umumnya CPU diartikan sebagai kotak dimana seluruh peripheral dirangkai. Namun dalam pengertian teknis, CPU merujuk kepada processor yang terpasang dalam sebuah sistem komputer.
Di dalam CPU sendiri, terdapat empat tahap operasi yang terjadi, yaitu: fetch, Decode, Execute, dan Store.
Beberapa cara digunakan untuk mempertinggi kecepatan dari CPU ini, diantaranya adalah:
    Faster clock speeds, yaitu dengan mempertinggi kecepatan clock.
    Wider paths, yaitu dengan memperlebar jalur yang disediakan.
    Doing more than one this at a time, yaitu dengan memperbanyak kegiatan pada saat yang bersamaan.
Selain untuk keperluan umum, juga terdapat CPU untuk keperluan khusus, yaitu:
    Application-specific integrated circuit (ASIC)
    Digital signal processor (DSP)
    Media processor
    Field programmable gate array (FPGA)
Amplifier: Berfungsi sebagai penguat signal, yang dapat digunakan untuk mempertinggi intensitas suatu sinyal komunikasi. Repeater termasuk salah satu contoh untuk amplifier ini.
Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI.perangkap repeater harus 2 alat,yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal wifi (AKSESPOINT).
Perangkat repeater 2 perangkat agar pekerjaan daripada radio atau aksespointny tidak saling silah. Jadi sudah bagi tugas antara penerima (CLIENT)dengan penyebar.

Apakah fungsi repeater secara detail?
    Untuk mengover daerah daerah yang lemah sinyal dari server(pemancar)
    Untuk memperjauh sinyal dari server (pemencar)
    Untuk mempermudah akses sinyal wifi dari server
    Dengan cara ini jarak kabel dapat diperjauh

Gambar 25 – Multiport Repeater Board
Memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu sigmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain.
    Repeater merupakan alat yang dapat menerima sinyal digital dan memperkuatnya untuk diteruskan kembali.Repeater juga dapat memperjauh jarak transmisi data.di samping itu repeater dapat memperkecil noice pada sinyal transmisi yang datang.

    Repeater ini bekerja pada physical layer dalam model OSI, fungsi repeater ini sederhananya adalah meneruskan paket data yang di kirim dari PC tanpa memiliki kecerdasan seperti router yang memiliki filtering destination baik IP,MAC address dan lainnya sehingga hanya memiliki kemampuan meneruskan saja ke alamat yang akan dituju.
    Data yang dikirim oleh sebuah komputer akan disampaikan ke tujuan menyebarkan berita(broadcast) ke seluruh computer yang terhubung dalam satu terminal (repeater), akibatnya seluruh computer yang terhubung aka menerima paket data dan jika dalam waktu yang bersamaan ada computer lain yang mengirim paket data maka yang terjadi adalah crush atau tumbukan data,dan ini akan mempengaruhi kelancaran arus data dalam jaringan tersebut.
   

Gambar 26 – Sistem Kerja Repeater

BAB III
P E N U T U P
3.1 Kesimpulan
Komunikasi data adalah transmisi atau proses pengiriman dan penerimaan data dari dua atau lebih device (sumber), melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optic (serat optic) , microware dan sebagainya.
Komunikasi data juga terbagi kedalam beberapa jenis, yaitu komunikasi data ananlog dan juga komunikasi data digital. Adpaun jenis berdasarkan medianya ada komunikasi data terreistrial yaitu komunikasi data dengan menggunakan media kabel tembaga dan nirkabel, sementara jenis lainnya yaitu komunikasi data melalui satelit, contohnya komunikasi data dalam dengan media WIFI, internet,dll.
Media komunikasi data yang banyak dimanfaatkan diantaranya ada media kabel tembaga, microwave, wireless, dan yang terbaru yaitu media fiber optic (serat kaca). Dari sekian banyak media yang ada, media yang memiliki beberapa kemampuan yang menonjol dimiliki oleh media fiber optic. Proses komunikasi data sangat komlek dan sering terjadi dalam keseharian kita, namun yang perlu digarisbawahi komunikasi data bukan komunikasi informasi, karena pada dasarnya dua hal tersebut sangat berlainan.
3.2 Saran
Komunikasi data sudah selalu berhadapan dengan setiap gerak-gerik tingkah laku kita, maka perlu diperhatikan yaitu kita harus pintar-pintar dalam menentukan media yang kita gunakan, agar jangan sampai kita merasa kecewa dengan media yang kita pilih, maka dari itu pandai-pandailah memilih media komunikasi data yang memiliki keunggulan-keunggulan. Agar data yang kita komunikasikan bernar-benar optimal dengan hasil maksimal.


Semoga Bermanfaat Saudaraku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar