space iklan

The Way of Life

Kamis, 06 Desember 2012

35 LANGKAH MEMBUKA PINTU REZEKI HALAL

Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh wana’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyiaati a’maalina man yahdillahu falaa mudhilla lahu wa man yudhlil falaa haadiya lahu, wa asyhadu anlaa ilaaha illalloh wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluhu, amma ba’du.



Terkadang kita sering mentafakuri diri, kenapa, kenapa dan kenapa hidup ini begitu sulit, begitu membosankan, sangat tidak berarti, penuh keputus-asaan, merasa minder hanya karena kita tidak tahu kenapa begitu sulitnya kita mengais rezeki, padahal berbagai usaha, upaya, berdo'a telah kita lakukan, terlalu lama tidak menyadari akan hal tersebut dan akhirnya menyalahkan Allah SWT, berprasangka buruk terhadap-Nya karena telah memperlakukan kita secara tidak adil, naudzubillah... ampuni kami yaa Rabb jika kami seperti itu.

Dalam blog ini penulis akan berbagi referensi tentang 35 langkah membuka pintu rezeki halal, karena tulisan ini dirasa bermanfaat bagi kita semua, semoga Allah SWT memberkahi kita.

Penulis akan mengangkat hasil buah fikir dari seorang penulis yaitu Bpk. Drs. Muhammad Thalib yang telah diterbitkan oleh Irsyad baitus Salam.

Semoga bermanfaat…

" Islam adalah agama yang sempurna dan terakhir membawa ajaran Allah dan tidak meninggalkan satu pun aspek kehidupan manusia tanpa petunjuk yang jelas. Salah satu aspek yang berpengaruh dalam kehidupan manusia sehari-hari adalah tuntunan dan aturan mencari rezeki yang halal sehingga manusia dapat hidup tentram, sejahtera dan penuh kemakmuran".

PERHATIAN :

1.       Rezeki artinya pemberian, maksudnya adalah pemberian yang Allah berikan kepada makhluk-Nya untuk memenuhi kebutuhannya.
2.       Rezeki terbagi menjadi dua yaitu halal dan haram.
3.       Langkah-langkah membuka pintu rezeki merupakan jalan kita mendekati Allah untuk meminta dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita, langkah-langkah yang kita maksud adalah langkah-langkah yang hanya mengharap keridhaan Allah, memberikan rezeki-Nya lewat pintu yang kita tempuh.
4.       Kita tidak boleh memastikan bahwa kita mesti memperoleh hasil dari pintu yang kita lalui.Akan tetapi kita hanya berusaha dan harus tetap meniatkan semata-semata memenuhi petunjuk Allah dalam mencari keridhaannya.
5.       Rezeki yang kita minta belum tentu dikabulkan semua oleh Allah di dunia ini karena hak Allah-lah untuk menetapkannya, itu semua bukan hak kita selaku makhluk.
6.       Segala macam pekerjaan haram pasti menutup pintu rezeki halal.
7.       Rezeki yang haram, walaupun secara lahiriah banyak, tidak akan membawa kebaikan sedikit pun bagi yang memperolehnya, bahkan akan merusak kebaikan, ketenangan, dan ketenteraman hidup.








35 Langkah
Membuka Pintu Rezeki Halal

1.       Teguh Iman
Dari Abu Hurairah ra., Nabi saw bersabda: "Allah enggan untuk tidak memberi rezeki kepada hamba-Nya yang beriman, melainkan pasti diberinya dengan cara tak terhingga." (HR. Al-Faryabi dan Baihaqi)
2.       Bertawakkal
Dari Umar bin Khaththab, ia berkata: “Nabi saw. Bersabda:’Sekiranya kamu benar-benar pasrah hanya kepada Allah sepenuh hati, niscaya akan dibukakan rezeki untukmu sebagaimana dibukakannya untuk burung-burung. Ia pergi dari sarangnya pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah Hadits No. 2014, Ibnu Mubarak, Ibnu Hiban, dan Hakim)
3.       Berakhlaq Baik
Dari Rafi’ bin Makits ra., ia berkata: “Nabi saw. Bersabda: ‘Akhlaq yang baik memberi berkah; akhlaq yang buruk membuat celaka.’”(HR. Abu Dawud)
4.       Lemah Lembut
Dari ‘Abdullah bin Mughaffal dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Maha lemah lembut. Dia mencintai sifat lemah lembut, meridhainya, dan memberikan karunia kepada orang yang lemah lembut, yang tidak memberikan kepada orang yang berlaku kasar.’” (HR. Ahmad no. 16203 CD)
5.       Banyak membaca Al-Qur'an Di Rumah
Dari Ali ra., Nabi saw., bersabda: “Sempatkanlah waktu untuk membaca Al-Qur’an di rumah-rumah kamu. Bila di dalam rumah itu dibaca Al-Qur’an, keluarganya akan bersifat ramah, kebaikannya banyak, dan jin mukmin turut menjadi penghuninya. Bila di rumah tidak dibaca Al-Qur’an, keluarganya akan menjadi liar, kebaikannya sedikit, dan jin kafir turut menjadi penghuninya.” (HR. Ibnu Najjar)
6.       Memperbanyak Dzikir (Dzikir Utama)
Nabi saw. Bersabda: “(Allah berfirman): ‘Barang siapa yang lebih sibuk membaca Al-Qur’an dan dzikir kepada-Ku daripada meminta-minta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih baik daripada yang Aku berikan kepada mereka yang meminta-minta.’” (HR.Ad-Darimi)
7.       Banyak membaca Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Nabi saw. Bersabda: ‘Barang siapa yang dikaruniai nikmat oleh Allah hendaklah memperbanyak ucapan hamdallah. Barang siapa yang banyak angan-angannya hendaklah memohon ampun kepada Allah. Barang siapa yang sempit rezekinya hendaklah mengucapkan laa haula wa laa quwwata illa billah…’” (HR. Thabarani)
8.       Berdo'a Pada Malam Hari
Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Nabi saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla membuka pintu-pintu langit yang terdekat dengan dunia, kemudian membentangkan tangan-Nya (seraya berfirman): “Ketahuilah, siapa pun hamba yang memohon (berdo’a) kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. ‘Hal ini terus berjalan sampai datang Shubuh.” (HR. Ibnu ‘Asakir)
9.       Membayar Zakat
Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Nabi saw. Bersabda: ‘Lindungilah harta kamu dengan zakat; obatilah orang-orang sakit di antara kamu dengan shadaqah; dan hadapilah gelombang bencana hidup dengan do’a.” (HR. Thabarani, Khathib Al-Baghdadi, dan Abu Na’im)
10.   Menunaikan Haji
Dari Ibnu ‘Umar ra., ia berkata: “Nabi saw. Bersabda: ‘Berhajilah kamu sekalian, niscaya kamu akan menjadi kaya. Merantaulah kamu sekalian, niscaya kamu akan menjadi sehat. Menikahlah kamu sekalian, niscaya jumlah kamu akan menjadi banyak dan aku dapat membanggakan kamu sekalian di hadapan umat-umat lain.’” (HR. Dailami)
11.   Menunaikan 'Umrah
Dari Jabir ra., Nabi saw. Bersabda: “Hendaklah kamu selalu haji dan ‘umrah, karena sesungguhnya kedua ibadah ini menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagai mana api pandai besi membersihkan karat besi.” (HR. Thabarani dan Al-Bazzar)
12.   Hijrah di Jalan Allah
“Barang siapa berhijrah di jalan Allah akan memperoleh kemakmuran yang besar di bumi ini dan kelapangan rezeki. Barang siapa keluar dari rumahnya untuk berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian menemui ajalnya, Allah mewajibkan diri-Nya member pahala kepadanya. Allah Maha Pengampun lagi Maha berbelas kasih.” (QS. An-Nisaa’ (4) : 100



Sahabat... 12 dulu ya.... sisanya menyusul...  insya Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar