space iklan

The Way of Life

Kamis, 09 Mei 2013

RUJUKAN - RUJUKAN BUKU/KITAB : BULUGHUL MARAM




Sebagai muslim, tentu kita sangat membutuhkan referensi-referensi untuk menunjang kehidupan peribadatan kita. Sudah barang tentu Qur'an menjadi point utama pedoman kita, akan tetapi secara mendetail kita membutuhkan sumber lain sebagai pedoman.

Rasulullah saw bersabda, “Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Quran dan Sunnah Rasul saw.” (HR: At-Tirmizi).


Bulughul Maram adalah sebuah karya al-Hafizh Ibnu Hajar yang berisi hadits-hadits yang banyak dijadikan sebagai istinbath hukum fiqih oleh para fuqaha yang diikuti dengan keterangan para imam hadits -al-Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud dan sebagainya- tentang derajat hadits tersebut, diurutkan berdasarkan urutan pembahasan bab fiqih dan di akhir kitab dimasukkan pembahasan penting tentang adab, akhlak, dzikir dan doa. Dalam Bulughul Maram akan nampak keindahan tehnik penulisan hadits Ibnu Hajar; seringkali beliau menampilkan hadits yang paling shahih dan kuat, meringkas hadits yang panjang, membahas panjang lebar tentang penisbatan periwayat hadits, memberi keterangan derajat hadits dengan memberi isyarat dari ilalnya. Di antara kehebatannya adalah ketika beliau menyertai hadits dengan potongan dan tambahan yang muncul dari sebagian jalur sanad hadits yang berfungsi sebagai pengikat lafadz mutlak (taqyid al-muthlaq), perinci lafadz mujmal (tafshil al-mujmal) dan penghilang pertentangan (raf'u at-ta'arudh).
Dengan keistimewaan tersebut, banyak ulama yang mengkaji, mensyarah, dan menerapkan manhajnya bahkan menerjemahkannya ke dalam bahasa asing. Di antara kitab Syarah Bulughul Maram adalah; pertama, Subulus Salam karya Muhammad bin Ismail al-Amir al-Yamani ash-Shan'ani (w. 1182 H), yang juga merupakan ikhtishar dari al-Badru at-Tamam karya al-Husain bin Muhammad al-Maghribi. Kedua, al-Ibanah yang merupakan syarah sederhana dari Bulughul Maram dengan menggunakan metode al-wa'dz (nasehat). Ketiga, Taudhihul Ahkam karya Ali Bassam. Keempat, Fiqhul Islam karya Abdul Qadir Syaibah al-Hamd seorang dosen Pascasarjana Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi. Buku ini teristimewakan dengan penyebutan kesimpulan dan faedah yang dapat diambil dari hadits serta pembahasan ikhtilaf al-hadits.
Di samping itu juga ungkapan bahasanya yang mudah dan luas sehingga mudah dipahami dan sangat menghindari sebab-sebab perbedaan ulama dalam istinbath hukum kecuali jika sangat diperlukan.


http://www.qu2buku.com/Fiqhul Islam Syarah Bulughul Maram



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar