space iklan

The Way of Life

Kamis, 23 Mei 2013

COMMITMENT BUILDING?

Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup...
----------------------------------------------------------------------------

Wahai para pemenang, sadarkah kita adalah kumpulan dari manusia-manusia pemenang? Saat nutfah-nutfah berenang menuju rahim, dan dipertemukannya nutfah dengan sel telur dan menjadikannya kita sebagai makhluk seutuhnya, yaitu manusia. Dibentuknya kita tahap demi tahap, dihembuskan ke dalam raga kita ruh, dan pada saat itu jantung kita mulai berdegup, dilengkapinya kita dengan organ-organ yang lain, hingga pada suatu saat Allah membuat paru-paru kita berfungsi untuk menghirup udara di dunia ini, subhanallah...

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh(rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulangbelulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka mahasuci Allah Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian sesudah itu,sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalianakan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat." (QS Al-Mu‟minun: 12-16)

Awal kelahiran kita ke alam dunia yang indah ini dari situlah awal kita bertugas sebagai khalifah di muka bumi ini, khalifah sesungguhnya, memimpin diri sendiri, memimpin saudara, memimpin keluarga atau bahkan ke tingkat yang lebih kompleks lagi.

Kadang, tanpa kita sadari, manusia berkehendak untuk menentukan jalan fikirannya sendiri, berkehendak menentukan jalan hidupnya sendiri, hanya koridor mana yang dipilih itu tergantung kepada pribadi masing-masing. Apakah kita akan memilih koridor kebaikan atau keburukan.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al-Baqarah: 30) 

Seperti kertas putih tanpa coretan sedikitpun pada saat kita menjelma menjadi seorang manusia dengan tangisan keras, derai air mata yang kita sendiri tak pernah mengingatnya, lalu mau kita isi dengan coretan tinta mana?

Baik...

Kalimat pembuka di atas mungkin bisa mengingatkan kita tentang siapa diri kita asalnya, hanya saya memandangnya dari sudut humanisme yaitu manusia sebagai pemenang, yang harus membekali diri agar menjadi pemenang di fase berikutnya. Arti kata "pemenang" disini saya garis bawahi karena banyak hal, kita terlahir ke dunia ini sudah barang tentu kita pemenang, berjuang mengarungi hidup ini, menepis semua halangan rintangan hidup, menyelesaikan permasalahan , itu merupakan kemenangan, belum lagi yang bersifat verbal seperti prestasi atau bahkan prestise.

Seperti tema di atas, "Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup" itulah tugas kita, sebagai manusia kita tidak langsung menjadi Superman, tahap demi tahap dalam kehidupan perlu dilewati yang mana hal tersebut merupakan "data empiris kehidupan" kita, karena memang tidak diragukan lagi bahwa manusia tumbuh dan berkembang melalui "experiental learning" disadari atau tidak.
Lalu kita melalui dunia verbal seperti sekolah yang mengupayakan tiga ranah penting pembangunan karakter diri ya minimal 40%, yaitu kognisi, afektif dan psikomotor, sisanya kita bangun dari pengalaman tadi.

Maukah kita menjadi manusia yang benar-benar manusia? Idiom umum yang saya pakai untuk "manusia berhasil", hmm ketularan orang tua ya bicaranya.
Tentu semua mau menjadi seorang manusia yang berhasil di bidangnya. Modalnya apa? Modalnya hanya sebuah "komitmen". Apa itu komitmen?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.
Artinya komitmen adalah sikap keteguhan hati untuk menentukan langkah kita ke depan. Hanya dalam melangkah diperlukan banyak faktor penunjang, seperti hati-hati dalam melangkah, kuatkah jiwa kita, kuatkah raga kita. Hal-hal tersebut mungkin merupakan sebagian saja dari faktor penunjang. Secara garis besar kita perlu memagari diri dengan "manajemen diri", ada beberapa teori manajemen yang ada, salah satunya yang selalu saya ingat adalah metoda POAC, apa itu POAC? Planing, Organizing, Actuating dan Controling itu menjadi pagar utama dalam menjalankan komitmen, karena insya Allah semua aspek masuk ke dalamnya.
Karena 4 faktor di atas dirasa mumpuni dalam mengelola individu atau bahkan banyak orang.
Seperti contoh seseorang yang ingin membangun perusahaannya sendiri, pasti melalui langkah-langkah berikut, yaitu:
Planing / Perencanaan, merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.
Dalam pengorganisasian dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan organisasi.
Dimana hal ini pasti akan memakan waktu berfikir dan membuat konsep, mempertimbangkan baik buruknya dan aspek penunjangnya.
Organizing, merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.
Actuating, merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.
Controling, merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan  hasil yang efektif dan efisien serta bernilai guna dan berhasil guna.

Hal tersebut di atas akan terus berjalan jika kita mampu menjaga komitmen, dan nanti pada akhirnya komitmen itu sendiri yang menjaga keberlangsungan hidup, sampai tujuan kita tercapai.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [QS. Ali Imraan (3): 103]

Pembahasan tentang komitmen ini insya Allah akan saya jadikan PR sebab masih banyak yang harus dibahas, sementara saya harus mencari bahan-bahannya. Terima kasih. Wassalam.


www.artventure-indonesia.com
http://deasukata.blogspot.com/2011/03/arti-dari-sebuah-komitmen.html
http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/membangun-komitmen-muslim-dalam.html


Contact Me :
ihwan.elmenez@gmail.com



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar