Rabu, 20 Mei 2026
Kamis, 23 Mei 2013
COMMITMENT BUILDING?
Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup...
----------------------------------------------------------------------------
Wahai para pemenang, sadarkah kita adalah kumpulan dari manusia-manusia pemenang? Saat nutfah-nutfah berenang menuju rahim, dan dipertemukannya nutfah dengan sel telur dan menjadikannya kita sebagai makhluk seutuhnya, yaitu manusia. Dibentuknya kita tahap demi tahap, dihembuskan ke dalam raga kita ruh, dan pada saat itu jantung kita mulai berdegup, dilengkapinya kita dengan organ-organ yang lain, hingga pada suatu saat Allah membuat paru-paru kita berfungsi untuk menghirup udara di dunia ini, subhanallah...
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh(rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulangbelulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka mahasuci Allah Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian sesudah itu,sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalianakan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat." (QS Al-Mu‟minun: 12-16)
Awal kelahiran kita ke alam dunia yang indah ini dari situlah awal kita bertugas sebagai khalifah di muka bumi ini, khalifah sesungguhnya, memimpin diri sendiri, memimpin saudara, memimpin keluarga atau bahkan ke tingkat yang lebih kompleks lagi.
Kadang, tanpa kita sadari, manusia berkehendak untuk menentukan jalan fikirannya sendiri, berkehendak menentukan jalan hidupnya sendiri, hanya koridor mana yang dipilih itu tergantung kepada pribadi masing-masing. Apakah kita akan memilih koridor kebaikan atau keburukan.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al-Baqarah: 30)
Seperti kertas putih tanpa coretan sedikitpun pada saat kita menjelma menjadi seorang manusia dengan tangisan keras, derai air mata yang kita sendiri tak pernah mengingatnya, lalu mau kita isi dengan coretan tinta mana?
Baik...
Kalimat pembuka di atas mungkin bisa mengingatkan kita tentang siapa diri kita asalnya, hanya saya memandangnya dari sudut humanisme yaitu manusia sebagai pemenang, yang harus membekali diri agar menjadi pemenang di fase berikutnya. Arti kata "pemenang" disini saya garis bawahi karena banyak hal, kita terlahir ke dunia ini sudah barang tentu kita pemenang, berjuang mengarungi hidup ini, menepis semua halangan rintangan hidup, menyelesaikan permasalahan , itu merupakan kemenangan, belum lagi yang bersifat verbal seperti prestasi atau bahkan prestise.
Seperti tema di atas, "Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup" itulah tugas kita, sebagai manusia kita tidak langsung menjadi Superman, tahap demi tahap dalam kehidupan perlu dilewati yang mana hal tersebut merupakan "data empiris kehidupan" kita, karena memang tidak diragukan lagi bahwa manusia tumbuh dan berkembang melalui "experiental learning" disadari atau tidak.
Lalu kita melalui dunia verbal seperti sekolah yang mengupayakan tiga ranah penting pembangunan karakter diri ya minimal 40%, yaitu kognisi, afektif dan psikomotor, sisanya kita bangun dari pengalaman tadi.
Maukah kita menjadi manusia yang benar-benar manusia? Idiom umum yang saya pakai untuk "manusia berhasil", hmm ketularan orang tua ya bicaranya.
Tentu semua mau menjadi seorang manusia yang berhasil di bidangnya. Modalnya apa? Modalnya hanya sebuah "komitmen". Apa itu komitmen?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.
Artinya komitmen adalah sikap keteguhan hati untuk menentukan langkah kita ke depan. Hanya dalam melangkah diperlukan banyak faktor penunjang, seperti hati-hati dalam melangkah, kuatkah jiwa kita, kuatkah raga kita. Hal-hal tersebut mungkin merupakan sebagian saja dari faktor penunjang. Secara garis besar kita perlu memagari diri dengan "manajemen diri", ada beberapa teori manajemen yang ada, salah satunya yang selalu saya ingat adalah metoda POAC, apa itu POAC? Planing, Organizing, Actuating dan Controling itu menjadi pagar utama dalam menjalankan komitmen, karena insya Allah semua aspek masuk ke dalamnya.
Karena 4 faktor di atas dirasa mumpuni dalam mengelola individu atau bahkan banyak orang.
Seperti contoh seseorang yang ingin membangun perusahaannya sendiri, pasti melalui langkah-langkah berikut, yaitu:
Planing / Perencanaan, merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.
Dalam pengorganisasian dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan organisasi.
Dimana hal ini pasti akan memakan waktu berfikir dan membuat konsep, mempertimbangkan baik buruknya dan aspek penunjangnya.
Organizing, merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.
Actuating, merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.
Controling, merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan hasil yang efektif dan efisien serta bernilai guna dan berhasil guna.
Hal tersebut di atas akan terus berjalan jika kita mampu menjaga komitmen, dan nanti pada akhirnya komitmen itu sendiri yang menjaga keberlangsungan hidup, sampai tujuan kita tercapai.
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [QS. Ali Imraan (3): 103]
Pembahasan tentang komitmen ini insya Allah akan saya jadikan PR sebab masih banyak yang harus dibahas, sementara saya harus mencari bahan-bahannya. Terima kasih. Wassalam.
www.artventure-indonesia.com
http://deasukata.blogspot.com/2011/03/arti-dari-sebuah-komitmen.html
http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/membangun-komitmen-muslim-dalam.html
Seperti tema di atas, "Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup" itulah tugas kita, sebagai manusia kita tidak langsung menjadi Superman, tahap demi tahap dalam kehidupan perlu dilewati yang mana hal tersebut merupakan "data empiris kehidupan" kita, karena memang tidak diragukan lagi bahwa manusia tumbuh dan berkembang melalui "experiental learning" disadari atau tidak.
Lalu kita melalui dunia verbal seperti sekolah yang mengupayakan tiga ranah penting pembangunan karakter diri ya minimal 40%, yaitu kognisi, afektif dan psikomotor, sisanya kita bangun dari pengalaman tadi.
Maukah kita menjadi manusia yang benar-benar manusia? Idiom umum yang saya pakai untuk "manusia berhasil", hmm ketularan orang tua ya bicaranya.
Tentu semua mau menjadi seorang manusia yang berhasil di bidangnya. Modalnya apa? Modalnya hanya sebuah "komitmen". Apa itu komitmen?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.
Artinya komitmen adalah sikap keteguhan hati untuk menentukan langkah kita ke depan. Hanya dalam melangkah diperlukan banyak faktor penunjang, seperti hati-hati dalam melangkah, kuatkah jiwa kita, kuatkah raga kita. Hal-hal tersebut mungkin merupakan sebagian saja dari faktor penunjang. Secara garis besar kita perlu memagari diri dengan "manajemen diri", ada beberapa teori manajemen yang ada, salah satunya yang selalu saya ingat adalah metoda POAC, apa itu POAC? Planing, Organizing, Actuating dan Controling itu menjadi pagar utama dalam menjalankan komitmen, karena insya Allah semua aspek masuk ke dalamnya.
Karena 4 faktor di atas dirasa mumpuni dalam mengelola individu atau bahkan banyak orang.
Seperti contoh seseorang yang ingin membangun perusahaannya sendiri, pasti melalui langkah-langkah berikut, yaitu:
Planing / Perencanaan, merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.
Dalam pengorganisasian dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan organisasi.
Dimana hal ini pasti akan memakan waktu berfikir dan membuat konsep, mempertimbangkan baik buruknya dan aspek penunjangnya.
Organizing, merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.
Actuating, merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.
Controling, merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan hasil yang efektif dan efisien serta bernilai guna dan berhasil guna.
Hal tersebut di atas akan terus berjalan jika kita mampu menjaga komitmen, dan nanti pada akhirnya komitmen itu sendiri yang menjaga keberlangsungan hidup, sampai tujuan kita tercapai.
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [QS. Ali Imraan (3): 103]
Pembahasan tentang komitmen ini insya Allah akan saya jadikan PR sebab masih banyak yang harus dibahas, sementara saya harus mencari bahan-bahannya. Terima kasih. Wassalam.
www.artventure-indonesia.com
http://deasukata.blogspot.com/2011/03/arti-dari-sebuah-komitmen.html
http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/membangun-komitmen-muslim-dalam.html
Contact Me :
ihwan.elmenez@gmail.com
Senin, 20 Mei 2013
PANGRUMAT SASTRA - KARYA SASTRA BUHUN / HEUBEUL (BAG. II)
1. MANTRA
»» READMORE...
Mantra ngarupakeun Karya Sastra Karuhun, anu eusina ngahubungkeun manusa jeung dunya misteri, lamun ayeuna mah mantra teh sok di samarutkeun bae disebut Jampe.
Ciri-ciri mantra :
a. Ngawangun puisi.
b. Kecap-kecapna sok murwakanti.
c. Jumlah padalisanana dina unggal pada jeung lobana engang henteu tangtu.
d. Eusina ngandung kakuatan magis, ngahubungkeun manusa jeung dunya misteri.
Nu kaasup kana mantra di antarana:
1. Rajah dina carita pantun
2. Jangjawokan
3. Jampe
4. Singlar
5. Asihan
1. Rajah dina carita pantun
Carita pantun nyaeta carita rekaan anu paranjang, gelar dina basa lisan, ngandung hal-hal anu mere kesan pamohalan, saperti palakuna (nu boga lalakon) sarakti. Contona: bisa ngapung, bisa ngaleungit, bisa nerus bumi, jst.
Pantun hartina teh kacapi gede, atawa wangun puisi anu murwakanti.
Rajah nyaeta bubuka dian carita pantun (Rajah pamuka), mun ditungtung carita disebut Rajah Pamunah.
Anu jadi palaku dina carita pantun lolobana para Satria Pajajaran, anu disebut turunan Prabu Siliwangi.
Carita Pantun nu geus dibukukeun, di antarana:
1. Mundinglaya di Kusumah
2. Ciung Wanara
3. Lutung Kasarung
4. Nyi Sumur Bandung
5. Munding Kawati
6. Parenggon Jaya
7. Sri Sadana AL. Sulanjana
8. Panggung Karaton
9. Badak Pamalang
10.Budak Manyor
Conto Rajah Pamuka:
Tina: Catita Pantun Lutung Kasarung
Bul kukus mendung ka manggung,
ka manggung neda papayung,
ka dewata neda suka,
ka Pohaci neda suci,
kuring rek diajar ngidung,
nya ngidung carita pantun,
ngahudang carita wayang,
nyilokakeun nyukcruk laku,
nyukcruk laku nu bahayu,
mapay lampah nu baheula,
lulurung tujuh ngabandung,
kadalapan keur disorang,
bisina terus narutus,
palias narajang alas,
palias terus narutus,
........................................................
........................................................
Cag
Teundeun di handeuleum sieum,
tunda di hanjuang siang,
paranti nyokot ninggalkeun.
Conto Rajah Pamunah
Tina: Carita Pantun Mundinglaya di Kusumah
Ambuing Rajah pamunah
Aki ing Rajah pamunah
Sang kala wisesa
Rat jagat wawayangan
Tes ngenclang titisan kai amarah
Oray laki Brahma metu datang ti kulon
Mugi pulang ka kulon
Oray Brahma ti kaler pulang ka kaler
ti Wetanna pulang ka wetan
Sing ratu Ulang-aling ka luhur
Pamungkes Rjah Pamunah
2. Jangjawokan
Jangjawokan disebut oge tulak bala atawa tulak bahla, keur nolak pibahayaeun.
Conto Jangjawokan:
Nam dulur aing cikal ti heula
pang meuntaskeun aing jalan
mangka linggih mangka ambrin
bisi aya anu hiri anu dengki
anu jail kaniaya
rengkas sukuna
cocokan ceulina
rapet matana
pupul bayuna
ku Sang Kuyupuk Putih
Ya hu ya hu ya Allah
3. Jampe
a. Jampe Kabeuleum
Tung... tep
top... tewewet
hadena ge boga coet
dimana coet sok tutung
aing ge moal tutung
b. Jampe sare
Tibra-tibra ulah lali
badan turu ati tanghi
roh madep ka Allah
Laa ilaaha ila Allah
Muhamad rasul Allah
c. Jampe dangdan
Satingkes pantes
sarangkep cakep
anu nyangsang mangka gandang
anu nyampay matak palay
anu meulit mangka muhit
ti hareup geugeut mireungeuh
ti tukang melang nu nyawang
kabeh panyari awaking
4. Singlar
Keur nyinglarkeun gangguan hama pepelakan.
Contona:
Papag sungsang suda pulang
pulang ka urut sia datang
bisi aya hama beureum ti wetan
pulangkeun deui ka wetan
papag swungsang suda pulang
pulang ka urut sia datang
bisi aya hama datang
ti luhur ti handap
ti angin ti hujan
ti cai geusan mandi
ti jalan pasampangan
ulah jail kaniaya
jail pakaya umat Allah
ari deuk wani kudu ka Allah
5. Asihan
Conto 1 :
Asih aing asih ratu
asih aing asih menak
asih nini asih aki
asih indung asih bapa
patepung imut papanggih seuri
atma sapinggan teu leumpang
sacupu teu milu
gedag mayang di buruan
tutuk lembu keur gumanteur
sira welas sira asih ka awaking
Conto 2 :
Wong sakeh karena kasih
karana siya baraya
masang ia masang rama
hurung persambung ti indung
bodas persambung ti bapa
bodas cai herang jati
mugia jalma kapungkes jatining hirup
kapungkes jatining rasa
sira welas sira asih ka awaking
------- Cag dugi ka dieu heula -------
Dicutat tina:
PANGRUMAT SASTRA
Drs. H. Dana Rasmita
CV. Buana Artha
Anu jadi palaku dina carita pantun lolobana para Satria Pajajaran, anu disebut turunan Prabu Siliwangi.
Carita Pantun nu geus dibukukeun, di antarana:
1. Mundinglaya di Kusumah
2. Ciung Wanara
3. Lutung Kasarung
4. Nyi Sumur Bandung
5. Munding Kawati
6. Parenggon Jaya
7. Sri Sadana AL. Sulanjana
8. Panggung Karaton
9. Badak Pamalang
10.Budak Manyor
Conto Rajah Pamuka:
Tina: Catita Pantun Lutung Kasarung
Bul kukus mendung ka manggung,
ka manggung neda papayung,
ka dewata neda suka,
ka Pohaci neda suci,
kuring rek diajar ngidung,
nya ngidung carita pantun,
ngahudang carita wayang,
nyilokakeun nyukcruk laku,
nyukcruk laku nu bahayu,
mapay lampah nu baheula,
lulurung tujuh ngabandung,
kadalapan keur disorang,
bisina terus narutus,
palias narajang alas,
palias terus narutus,
........................................................
........................................................
Cag
Teundeun di handeuleum sieum,
tunda di hanjuang siang,
paranti nyokot ninggalkeun.
Conto Rajah Pamunah
Tina: Carita Pantun Mundinglaya di Kusumah
Ambuing Rajah pamunah
Aki ing Rajah pamunah
Sang kala wisesa
Rat jagat wawayangan
Tes ngenclang titisan kai amarah
Oray laki Brahma metu datang ti kulon
Mugi pulang ka kulon
Oray Brahma ti kaler pulang ka kaler
ti Wetanna pulang ka wetan
Sing ratu Ulang-aling ka luhur
Pamungkes Rjah Pamunah
2. Jangjawokan
Jangjawokan disebut oge tulak bala atawa tulak bahla, keur nolak pibahayaeun.
Conto Jangjawokan:
Nam dulur aing cikal ti heula
pang meuntaskeun aing jalan
mangka linggih mangka ambrin
bisi aya anu hiri anu dengki
anu jail kaniaya
rengkas sukuna
cocokan ceulina
rapet matana
pupul bayuna
ku Sang Kuyupuk Putih
Ya hu ya hu ya Allah
3. Jampe
a. Jampe Kabeuleum
Tung... tep
top... tewewet
hadena ge boga coet
dimana coet sok tutung
aing ge moal tutung
b. Jampe sare
Tibra-tibra ulah lali
badan turu ati tanghi
roh madep ka Allah
Laa ilaaha ila Allah
Muhamad rasul Allah
c. Jampe dangdan
Satingkes pantes
sarangkep cakep
anu nyangsang mangka gandang
anu nyampay matak palay
anu meulit mangka muhit
ti hareup geugeut mireungeuh
ti tukang melang nu nyawang
kabeh panyari awaking
4. Singlar
Keur nyinglarkeun gangguan hama pepelakan.
Contona:
Papag sungsang suda pulang
pulang ka urut sia datang
bisi aya hama beureum ti wetan
pulangkeun deui ka wetan
papag swungsang suda pulang
pulang ka urut sia datang
bisi aya hama datang
ti luhur ti handap
ti angin ti hujan
ti cai geusan mandi
ti jalan pasampangan
ulah jail kaniaya
jail pakaya umat Allah
ari deuk wani kudu ka Allah
5. Asihan
Conto 1 :
Asih aing asih ratu
asih aing asih menak
asih nini asih aki
asih indung asih bapa
patepung imut papanggih seuri
atma sapinggan teu leumpang
sacupu teu milu
gedag mayang di buruan
tutuk lembu keur gumanteur
sira welas sira asih ka awaking
Conto 2 :
Wong sakeh karena kasih
karana siya baraya
masang ia masang rama
hurung persambung ti indung
bodas persambung ti bapa
bodas cai herang jati
mugia jalma kapungkes jatining hirup
kapungkes jatining rasa
sira welas sira asih ka awaking
------- Cag dugi ka dieu heula -------
Dicutat tina:
PANGRUMAT SASTRA
Drs. H. Dana Rasmita
CV. Buana Artha
Jumat, 10 Mei 2013
PANGRUMAT SASTRA - APRESIASI SASTRA SUNDA (BAG. I)
Bismillah...
Ku medalna ieu seratan mugi-mugi bae sing janten pangdeudeul kana seratan nu parantos aya, sareng tiasa ngajembarkeun dina widang Sastra Sunda.
Nu nyusun ieu seratan rumaos masih sisip ku pangarti, ku kituna nampi pisan kritik sareng nasehat ti para pakar Sastra Sunda nu parantos moyan.
Mugi-mugi bae ieu seratan teh sing ageung paedahna. Aamiin!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
I. APRESIASI SASTRA SUNDA
1. Papasingan (Klasifikasi) Karya Sastra
Numutkeun Bahan Penataran Sastra Sunda Dinas P dan K TK. I Jawa Barat tahun 1992, papasingan karya Sastra teh nya eta:
a. Wangunan:
1. Puisi (wangun ugeran)
2. Prosa (wangun lancaran)
3. Drama (caritana, lalakonna, naskahna)
b. Warnana (jenisna):
1. Buhun (heubeul)
2. Anyar
c. Puisi Buhun/Heubeul:
1. Mantra
2. Kakawihan
3. Paparikan
4. Rarakitan
5. Wawangsalan
6. Pantun
7. Sa'ir
8. Guguritan (pupuh)
9. Wawacan
d. Puisi Anyar:
1. Sajak (bebas)
2. Soneta
3. Tersina
4. Kuatren
e. Prosa Buhun/Heubeul:
1. Dongeng
2. Legenda
3. Mitologi
f. Prosa Anyar :
1. Carita Pondok
2. Sketsa
3. Novel (Roman):
3. Novel (Roman):
- Novel Sejarah
- Novel Sosial
g. Drama Buhun (Heubeul):
1. Sandiwara
2. Tunil
3. Opera
4. Longser
h. Drama Anyar:
1. Drama
2. Gending Karesmen
3. Sinetron
2. Wangenan/Definisi/Istilah Karya Sastra
Apresiasi nyaeta:
1. Pangajen kana salah-sahiji karya
2. Kasadaran kana ajen inajen seni jeung budaya
Sastra, nyaeta : Karya lisan atawa tulisan anu ngandung kaendahan, boh eusina boh rakitanana.
Apresiasi Sastra, nyaeta : Kasadaran ngeunaan ajen-ajen karya lisan atawa karya tulisan anu ngandung kaendahan boh eusina boh rakitan basana.
Ngapresiasi Sastra, nyaeta : Ngalakukeun kagiatan maca hasil sastra ngaregepkeun hasil sastra, lalajo hasil pagelaran sastra, meng(nga)hayati hasil sastra jeung ngahargaan hasil sastra.
Puisi, nyaeta : Basa nu dianggit supaya endah nu kabeungkeut (kauger) ku aturan atawa patokan.
Prosa, nyaeta: Basa anu dipake sapopoe (Basa lancaran) anu teu kabeungkeut ku patokan.
Drama, nyaeta: Komposisi puisi jeung prosa anu ngagambarkeun kahirupan jeung watek, kucara dialog jeung akting.
Mantra, nyaeta: Jampe. Karya titinggal karuhun anu eusina ngahubungkeun manusa jeung dunya misteri.
Guguritan, nyaeta: Karangan pondok anu disusun make aturan pupuh.
Wawacan, nyaeta: Karangan panjang nu disusun make patokan pupuh, mangrupa carita atawa dongeng.
Gending Karesmen, nyaeta: Drama (sandiwara) anu dialogna dihariringkeun atawa dilagukeun.
Pupuh, nyaeta: Wangunan dangding anu jumlahna 17.
Guru Wilangan, nyaeta : Lobana jajaran dina unggal pada, jeung lobana engang dina unggal jajaran (padalisan).
Guru Lagu, nyaeta: Aturan sora (engang) dina panungtung padalisan, dina unggal-unggal pada.
Ngadangding, nyaeta: Nyieun atawa nyiptakeun pupuh.
Guguritan, nyaeta: Nyieun atawa nyiptakeun pupuh.
Conto: Guguritan : Kalong
Pupuh : Kinanti
Dicutat tina :
Buku : Pangrumat Sastra
Karya : Drs. H. Dana Rasmita
Penerbit : CV. Buana Artha
Tahun : -
PERINGATAN PENTING SEPUTAR KESALAHAN DALAM SHALAT - YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS
Ilmu adalah cahaya, artinya gelap tanpa ilmu... untuk itu, belajarlah...
»» READMORE...
Beberapa hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang setelah shalat fardhu (wajib) yang lima waktu, tetapi tidak ada contoh dan dalil dari Rasulullah SAW dan para sahabat.
Di antara kesalahan dan bid'ah tersebut ialah:
1. Mengusap muka setelah salam.
(Lihat silsilah al-haadiits adh-Dha'iifah wal Maudhu'ah (no. 660) oleh Iman al-Albani)
2. Berdo'a dan berdzikir secara berjama'ah yang dipimpin oleh imam shalat setelah salam.
(Al-I'tishaam, Imam asy-Syathibi (hal. 455-456) tahqiq Syaikh Salim al-Hilali, Fataawa al_lajnah ad-Daaimah (VII/104-105), Fataawa Syaikh bin Baaz (XI/ 188-189), as-Sunan wal Mub-tada'aat (hal.70). Perbuatan ini bid'ah, (al-Qaulul Mubiin fii Akhthaa-il Mushalliin (hal.304-305)
3. Berdzikir dengan bacaan yang tidak ada nash/dalilnya, baik lafazh maupun bilangannya, atau berdzikir dengan dasar hadits yang dha'if (lemah) atau maudhu' (palsu).
Contoh :
- Sesudah salam membaca: "Alhamdulillaah".
- Membaca surat al-Faatihah setelah salam.
- Membaca beberapa ayat terakhir surat al-Hasyr dan lainnya.
4. Menghitung dzikir dengan memakai biji-bijian tasbih atau yang serupa dengannya. Tidak ada satu pun hadits yang shahih tentang menghitung dzikir dengan biji-bijian tasbih, bahkan sebagiannya maudhu' (palsu). Syaikh al-Albani mengatakan: "Berdzikir dengan biji-bijian tasbih adalah bid'ah".
Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan bahwa berdzikir dengan menggunakan biji-bijian tasbih menyerupai orang-orang Yahudi, Nasrani, Budha, dan perbuatan ini adalah bid'ah dhalaalah.
Yang disunnahkan dalam berdzikir adalah dengan menggunakan jari-jari tangan:
"Dari Abdullah bin Amr ra, ia berkata :'Aku melihat Rasulullah SAW menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya'".
Bahkan Nabi SAW memerintahkan para Sahabat wanita menghitung; subhaanallaah, alhamdulillaah, dan mensucikan Allah dengan jari-jari, karena jari-jari akan ditanya dan diminta untuk berbicara (pada hari Kiamat).
5. Berdzikirlah dengan suara keras dan beramai-ramai (bersamaan/berjama'ah).
Allah memerintahkan kita berdzikir dengan suara yang tidak keras (QS. Al-A'raaf ayat 55 dan 205, lihat Tafsiir Ibni Katsir tentang ayat ini).
Nabi SAW melarang berdzikir dengan suara keras sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain.
Imam Syafi'i Rahimahullaah menganjurkan agar imam atau makmum tidak mengeraskan bacaan dzikir. (Lihat kitab Fat-hul Baari (II/326) dan al-Qaulul Mubiin (hal.305).
6. Membiasakan/merutinkan do'a setelah shalat fardhu (wajib) dan mengangkat tangan pada do'a tersebut, (perbuatan ini) tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW. (Lihat Zaadul Ma'aad (I/257) tahqiq al-Arna'uth. Majmuu' Fatawaa, Syaikh bin Baaz (XI/167-168).
7. Saling berjabat tangan seusai shalat fardhu (bersalam-salaman). Tidak ada seorang pun dari Sahabat atau Salafush Shalih yang berjabat tangan (bersalam-salaman) kepada orang di sebelah kanan atau kiri, depan atau belakangnya apabila mereka selesai melaksanakan shalat. Jika seandainya perbuatan itu baik, maka akan sampai (kabar) kepada kita, dan ulama akan menukil serta menyampaikannya kepada kita (riwayat yang shahih). (Tamaamul Kalaam fi bid'iyyatil Mushaafahah ba'das Salaam - DR. Muhammad Musa Alu Nashr).
Para ulama mengatakan: "Perbuatan tersebut adalah bid'ah".
(Al-Qaulul Mubiin fii Akhtaa-il Mushaliin (hal. 293-294) - Syaikh Masyhur Hasan Salman.)
Berjabat tangan dianjurkan, akan tetapi menetapkannya di setiap selesai shalat fardhu tidak ada contohnya, atau setelah shalat Sgubuh dan 'Ashar, maka perbuatan ini adalah bid'ah.
(Al-Qaulul Mubiin fii Akhtaa-il Mushaliin (hal. 294-295) dan Silsilah al-haadiits ash-Shahiihah <I/53>).
Ditulis ulang dari buku kecil bermanfaat nan menarik,
Judul : Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut al-Qur'an dan as-Sunnah yang Shahih
Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Cetakan kedelapan Dzul Hijjah 1432H / Oktober 2004
----------------------------------------------------------------------------------------
Alhamdulillaah semoga bacaan ini bermanfaat, menjadi salah satu referensi sobat-sobat sekalian dalam pelaksanaan beribadah, dan semoga tulisan ini tidak menjadi perpecahan di antara umat islam, karena agama adalah keyakinan, keyakinan kita terhadap Allah, keyakinan kita terhadap Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Untuk itu cermati terlebih dahulu isinya, fikirkan baik-baik, semoga menjadi pertimbangan yang baik bagi kelangsungan kehidupan beribadah kita, aamiin. Wallahu a'lam bish Shawaab.
Salam...
Ihwan
Kamis, 09 Mei 2013
RUJUKAN - RUJUKAN BUKU/KITAB : BULUGHUL MARAM
Sebagai muslim, tentu kita sangat membutuhkan referensi-referensi untuk menunjang kehidupan peribadatan kita. Sudah barang tentu Qur'an menjadi point utama pedoman kita, akan tetapi secara mendetail kita membutuhkan sumber lain sebagai pedoman.
Rasulullah
saw bersabda, “Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu
berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat
selama-lamanya, yaitu al-Quran dan Sunnah Rasul saw.” (HR: At-Tirmizi).
Bulughul Maram adalah sebuah karya al-Hafizh Ibnu Hajar yang berisi
hadits-hadits yang banyak dijadikan sebagai istinbath hukum fiqih oleh
para fuqaha yang diikuti dengan keterangan para imam hadits -al-Bukhari,
Muslim, Malik, Abu Daud dan sebagainya- tentang derajat hadits
tersebut, diurutkan berdasarkan urutan pembahasan bab fiqih dan di akhir
kitab dimasukkan pembahasan penting tentang adab, akhlak, dzikir dan
doa. Dalam Bulughul Maram akan nampak keindahan tehnik penulisan hadits
Ibnu Hajar; seringkali beliau menampilkan hadits yang paling shahih dan
kuat, meringkas hadits yang panjang, membahas panjang lebar tentang
penisbatan periwayat hadits, memberi keterangan derajat hadits dengan
memberi isyarat dari ilalnya. Di antara kehebatannya adalah ketika
beliau menyertai hadits dengan potongan dan tambahan yang muncul dari
sebagian jalur sanad hadits yang berfungsi sebagai pengikat lafadz
mutlak (taqyid al-muthlaq), perinci lafadz mujmal (tafshil al-mujmal)
dan penghilang pertentangan (raf'u at-ta'arudh).
Dengan keistimewaan tersebut, banyak ulama yang mengkaji, mensyarah,
dan menerapkan manhajnya bahkan menerjemahkannya ke dalam bahasa asing.
Di antara kitab Syarah Bulughul Maram adalah; pertama, Subulus Salam
karya Muhammad bin Ismail al-Amir al-Yamani ash-Shan'ani (w. 1182 H),
yang juga merupakan ikhtishar dari al-Badru at-Tamam karya al-Husain bin
Muhammad al-Maghribi. Kedua, al-Ibanah yang merupakan syarah sederhana
dari Bulughul Maram dengan menggunakan metode al-wa'dz (nasehat).
Ketiga, Taudhihul Ahkam karya Ali Bassam. Keempat, Fiqhul Islam karya
Abdul Qadir Syaibah al-Hamd seorang dosen Pascasarjana Universitas Islam
Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi. Buku ini teristimewakan dengan
penyebutan kesimpulan dan faedah yang dapat diambil dari hadits serta
pembahasan ikhtilaf al-hadits.
Di samping itu juga ungkapan bahasanya yang mudah dan luas sehingga
mudah dipahami dan sangat menghindari sebab-sebab perbedaan ulama dalam
istinbath hukum kecuali jika sangat diperlukan.
http://www.qu2buku.com/Fiqhul Islam Syarah Bulughul Maram
RUJUKAN - RUJUKAN FILM MENARIK : STEP UP 4 - REVOLUTION
ONE STEP CAN CHANGE YOUR WORLD
STEP UP 4 - REVOLUTION
»» READMORE...
Film ini mengisahkan tentang sekumpulan anak-anak muda Miami yang gila nge-dance dan menamakan diri "The Mob".
Sering mengadakan pertunjukan misterius di tempat-tempat umum, penuh atraksi dan menggemaskan, dance-dance yang mereka tampilkan sungguh artistik, baik dari gerakan-gerakannya, artistik stage penunjangnya, dan sungguh dramatik.
Adalah Sean (Ryan Guzman), Eddy (Misha Gabriel), dan Jason (Stephen "tWitch" Boss), yang merupakan the leaders of the Mob.
Drama ini mulai menjadi krodit karena wilayah yang mereka tinggali akan dirubah menjadi kawasan elit, hotel-hotel elit dll. Adalah Bill Anderson (Peter Gallagher) sebagai pemilik perusahaan yang akan membeli kawasan itu. Yang kebetulan ia adalah ayah dari kekasih Sean yaitu Emily Anderson (Kathryn McCormick).
Mengetahui hubungan antara Sean dengan Emily, Eddy sang sahabat menjadi geram dan berniat untuk membeberkan siapa dalang dibalik kerusuhan Dance yang dilakukan pada saat proses meeting pembelian kawasan tersebut sebagai bentuk protes. Dalam display yang ditayangkan dalam video muncul wajah Sean dan Emily. Akhirnya Bill kecewa terhadap putrinya.
Tebak apa yang akan terjadi selanjutnya?
Silahkan lihat sendiri dalam film menarik dan inspiratif ini... cool...
STEP UP 4 - REVOLUTION
| Directed by | Scott Speer | |||
|---|---|---|---|---|
| Produced by | Adam Shankman Jennifer Gibgot Patrick Wachsberger Erik Feig |
|||
| Written by | Jenny Mayer | |||
| Based on | Characters by Duane Adler |
|||
| Starring | Ryan Guzman Kathryn McCormick Misha Gabriel Cleopatra Coleman Stephen "tWitch" Boss Tommy Dewey Peter Gallagher |
|||
| Music by | Aaron Zigman | |||
| Cinematography | Karsten Gopinath | |||
| Editing by | Ben Howdeshell Steve Ngo |
|||
| Studio | Offspring Entertainment | |||
| Distributed by | Summit Entertainment | |||
| Release date(s) |
|
|||
| Running time | 99 minutes | |||
| Country | United States | |||
| Language | English | |||
| Budget | $33 million | |||
| Box office | $140,470,746 |
Langganan:
Postingan (Atom)
.png)


